KARAWANG, RAKA- Penumpang di Stasiun Bogor kini dapat menggunakan Peron 4 dan 5 untuk aktivitas naik dan turun kereta. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta sebelumnya melakukan peningkatan fasilitas pada kedua peron tersebut untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang.
Peningkatan fasilitas dilakukan dengan menambah overcapping atau atap peron serta pencahayaan. Penambahan atap ditujukan untuk memberikan perlindungan kepada penumpang dari panas dan hujan selama berada di area peron.
Sebelum dibuka untuk pelayanan penumpang, KAI Daop 1 Jakarta terlebih dahulu melakukan joint inspection pada Selasa (29/9). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, aspek keselamatan serta kelayakan pelayanan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pengoperasian Peron 4 dan 5 menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas pelayanan di Stasiun Bogor.
“Stasiun Bogor merupakan salah satu simpul transportasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Seiring dengan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api yang terus tumbuh dari tahun ke tahun, KAI juga terus melakukan peningkatan fasilitas agar kualitas pelayanan dapat berkembang sejalan dengan kebutuhan dan mobilitas masyarakat,” katanya, Rabu (30/9).
Menurutnya, peningkatan fasilitas tidak hanya ditujukan untuk menambah kapasitas pelayanan, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi penumpang selama berada di stasiun. Setelah melalui pemeriksaan dan dinyatakan siap dari sisi keselamatan serta pelayanan, Peron 4 dan 5 kini telah dapat digunakan untuk naik dan turun penumpang.
“Kami berharap peningkatan ini membuat pelanggan semakin nyaman, baik ketika menunggu maupun saat melakukan proses naik dan turun kereta,” katanya.
Dengan selesainya pekerjaan tersebut, seluruh peron di Stasiun Bogor kini telah mendapatkan perlindungan yang lebih memadai dari panas dan hujan. KAI menyatakan peningkatan pelayanan di Stasiun Bogor tidak berhenti pada pembenahan fasilitas peron. Pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas dan integrasi kawasan stasiun.
Sebelumnya, KAI juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Bogor untuk meningkatkan dan menata kawasan Stasiun Bogor.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan kawasan stasiun yang lebih tertata, aman dan nyaman, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta integrasi antarmoda transportasi.
“Peningkatan fasilitas Peron 4 dan 5 merupakan bagian dari proses berkelanjutan. KAI berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor dan para pemangku kepentingan agar Stasiun Bogor tidak hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, tetapi semakin berkembang sebagai simpul transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat,” tutupnya. (zal)



