
PURWAKARTA, RAKA – Misteri kematian Sumarna (42), petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hingga kini belum terpecahkan.
Lebih dari dua pekan sejak Sumarna ditemukan meninggal dunia, pihak keluarga masih menanti titik terang dari proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian.
Istri korban, Siti Mariam, mengatakan hingga saat ini belum mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan kasus yang menimpa suaminya.
Ia berharap polisi dapat segera mengungkap rangkaian peristiwa tersebut dan menemukan pihak yang bertanggung jawab atas kematian Sumarna.
“Harapan saya bersama keluarga, semoga kasus ini segera terungkap dan pelakunya dapat ditangkap oleh pihak kepolisian,” ujar Siti Mariam saat ditemui di kediamannya, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Siti Mariam, sejumlah anggota keluarga telah dimintai keterangan oleh penyidik. Sedikitnya tiga orang dari pihak keluarga diperiksa untuk membantu proses penyelidikan.
Dirinya juga telah beberapa kali menjalani pemeriksaan.
“Saya sudah diperiksa lebih dari dua kali,” katanya.
Kondisi tersebut membuat keluarga masih berada dalam ketidakpastian. Selain kehilangan Sumarna, mereka juga belum mengetahui secara pasti bagaimana rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Siti Mariam mengaku kondisi kedua anaknya sejauh ini tetap sehat. Namun, dirinya mengalami sedikit gangguan kesehatan karena terus memikirkan kasus kematian suaminya.
“Alhamdulillah, anak-anak sehat. Cuma saya agak kurang sehat karena terus kepikiran,” ungkapnya.
Bagi keluarga, pengungkapan kasus tersebut menjadi penting agar kematian Sumarna mendapatkan kepastian. Mereka berharap penyelidikan tidak berjalan terlalu lama tanpa adanya kejelasan.
Siti Mariam pun meminta agar kasus tersebut segera menemukan titik terang.
“Harapannya ingin cepat terungkap oleh pihak kepolisian, jangan sampai berlarut-larut,” pungkasnya.
Sumarna merupakan petugas keamanan yang bertugas di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur. Ia ditemukan meninggal dunia di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026).
Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam dinas. Kondisi kedua tangannya juga dalam keadaan terborgol.
Temuan tersebut kemudian ditangani aparat kepolisian dan penyelidikan dilakukan oleh Satreskrim Polres Purwakarta.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Keterangan dikumpulkan dari pihak keluarga maupun rekan korban untuk mengetahui aktivitas dan kejadian yang berkaitan dengan Sumarna sebelum ditemukan meninggal dunia.
Penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang.
Selain itu, sejumlah rekaman kamera pengawas atau CCTV turut diamankan dan dianalisis sebagai bagian dari upaya mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi maupun bukti yang telah dikumpulkan.
Keluarga Sumarna berharap seluruh proses penyelidikan dapat segera menemukan titik terang sehingga pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban dapat diketahui dan diproses sesuai hukum.
Bagi Siti Mariam dan keluarganya, terungkapnya kasus tersebut menjadi jawaban yang selama ini mereka tunggu sejak Sumarna ditemukan meninggal dunia. (yat)



