Radarkarawang.id- Setelah beberapa kali terjadi pemadaman bergilir di wilayah Jawa Barat, termasuk di Karawang, PLN pastikan tidak ada pemadaman bergilir.
Pulihnya aliran listrik ini terjadi seiring dengan gangguan pada salah satu pembangkit listrik milik mitra swasta berhasil teratasi dengan baik.
Sebelumnya, kendala teknis tersebut sempat mengganggu stabilitas pasokan sistem kelistrikan di wilayah Jawa Barat, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Karawang.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) UIT JBT Firdaus Mochamad Nur mengatakan, seluruh pelanggan di wilayah Jabar telah kembali mendapatkan layanan kelistrikan secara normal.
“Pembangkit listrik baik milik PLN maupun swasta bermasalah. Kemarin, sudah berhasil teratasi,” katanya, saat media briefing bersama Sahabat Terang PT PLN (Persero) UIT JBT, Rabu (24/6).
Terkait kompensasi bagi masyarakat yang terdampak, lanjutnya, Firdaus belum bisa memastikan apakah dampak pemadaman bergilir ini sudah memenuhi syarat dapat kompensasi atau belum.
“ Kita tunggu saja apa keputusan pemerintah (seperti apa kompensasinya). Tentu PLN akan mengikuti arahan pemerintah,” terangnya.
Di tempat yang sama, Communication and CSR Manager at PT PLN (Persero) Irfan Saputra mengatakan, di luar persoalan pemadaman bergilir lalu, ada persoalan yang sering mengganggu persoalan listrik.
Salah satu dari persoalan tersebut, yaitu persoalan laying-layang dan balon udara. Banyak layang-layang tersangkut kabel listrik sehingga menyebabkan gangguan kelistrikan.
“Balon udara liar dan layang-layang mengancam keandalan transmisi. Ini yang banyak kami temui, sehingga listrik terjadi gangguan,” papar Irfan Saputra.
Irfan menegaskan, PLN tidak anti tradisi atau budaya menerbangkan layang-layang dan balon udara. Namun ia meningatkan, terbangkan di tempat aman.
Untuk meminimalisir terjadinya gangguan, PLN terus mengedukasi masyarakat melalu berbagai program dan kegiatan salah satunya dengan membentuk Kampung Aman Listrik.
“Literasi keselamatan belum merata. Oleh karena itu kami tingkatkan edukasi. Kami imbau, masyarakat tidak bermain laying-layang dekat instalasi listrik,” tutupnya.(asy)



