Radarkarawang.id- Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum yang pas untuk penghijauan. Ribuan pohon pelindung ditanam di area perkotaan Karawang.
Penanaman 12.650 bibit pohon dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di tiga titik wilayah Karawang dan Indramayu.
Penanaman pohon pelindung dan pohon buah di area perkotaan Kabupaten Karawang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Karawang, Jumat (12/6/2026) lalu.
Sedangkan bibit mangrove di Desa Pabeanilir dan Balongan, Kabupaten Indramayu, sebagai bagian dari program estorasi Mangrove Pantai Utara Jawa (Remaja).
Penanaman di dua desa di Indramayu berlangsung secara bertahap sejak 8 Juni 2026. Sebagai puncak acara, penanaman secara simbolis pada 30 Juni 2026 mendatang.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menuturkan bahwa pihaknya berterima kasih kepada perusahaan yang telah berkontribusi dalam penanaman bibit pohon di Karawang.
“Penanaman pohon merupakan langkah bermakna, yang menjadi simbol komitmen kita untuk terus menjaga keseimbangan alam dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau bagi generasi mendatang,” katanya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup, lanjut Bupati Aep, merupakan momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa menjaga lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama.
Baca Juga: Daftar Sekolah Swasta Jadi Penyangga PPDB 2026, Begini Nasib Siswa yang Tidak Diterima di Negeri
“Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan beriringan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” terang Bupati Aep menambahkan.
Head of Communication, Relations, & CID PHE ONWJ Ery Ridwan menuturkan, penanaman sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menekankan pentingnya aksi dalam tindakan nyata dan berkelanjutan untuk menjaga lingkungan di sekitar perusahaan.
“Aksi nyata yang kami lakukan salah satunya adalah restorasi ekosistem darat dan pesisir, dan memastikan keberlanjutannya. Kami berharap, apa yang kami lakukan dapat berkontribusi nyata terhadap lingkungan di tengah tantangan krisis iklim,” katanya.
PHE ONWJ berkomitmen aspek pelestarian lingkungan menjadi pilar utama dalam strategi bisnis Perusahaan. Sejalan dengan target Pemerintah menuju pencapaian Net Zero Emission (NZE).
“Kami bangga dapat berkontribusi pada serapan emisi karbon, hingga lebih dari 11.500 ton CO2 ekuivalen,” lanjut Ery Ridwan beri penjelasan.
Tidak itu saja, program Remaja juga mendatangkan efek ganda pemulihan indeks keanekaragaman hayati di area pesisir, dan menahan laju abrasi.
Ery menuturkan, program dari perusahaan tidak lepas dari kolaborasi solid dari lintas unsur, seperti Pemerintah setempat, kelompok dan mitra binaan.(asy)


