HEADLINE
Trending

Proyek Ekoriparian Karawang 1,5 M Mubazir, Warga Mengeluh!

KARAWANG, RAKA- Proyek pembangunan Taman Ekoriparian dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang yang menelan anggaran APBD 2024 sebesar Rp1,55 miliar kini menjadi sorotan.

Fasilitas yang dibangun untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menjadi ruang edukasi masyarakat itu diduga belum berfungsi optimal.

‎‎Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP dan LPSE Kabupaten Karawang, proyek tersebut memiliki nilai pagu sebesar Rp1.553.524.500 dan dikerjakan oleh CV Wirda Rahayu.‎

‎Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi Taman Ekoriparian terlihat dipenuhi semak belukar dan minim aktivitas masyarakat. Di sisi lain, sejumlah jaringan pipa IPAL tampak rusak, patah, bahkan sebagian tertimbun tanah sehingga diduga tidak lagi menjalankan fungsi pengolahan limbah secara maksimal.

‎‎Kondisi tersebut sejalan dengan keluhan warga yang menyebut saluran air di sekitar permukiman masih berwarna hitam dan mengeluarkan bau menyengat. ‎

“Air paritnya masih hitam, baunya juga menyengat sampai masuk ke rumah. Kalau musim hujan sering meluap dan kami khawatir berdampak pada kesehatan,” ujar warga setempat Rosita, Kamis (2/7).

‎‎Rosita mengaku, belum merasakan manfaat keberadaan Taman Ekoriparian. Kawasan yang semestinya menjadi ruang terbuka hijau dan sarana edukasi lingkungan itu justru terlihat sepi sejak selesai dibangun.

‎”Tamannya hampir tidak pernah ada yang datang. Manfaatnya juga belum kami rasakan,” katanya.
‎‎Selain itu, warga menilai akses menuju lokasi taman belum memadai. Hingga kini, belum tersedia jalan maupun jembatan yang memudahkan masyarakat untuk mengunjungi kawasan tersebut.‎

‎Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemanfaatan proyek senilai Rp1,55 miliar tersebut. Pasalnya, fasilitas yang dibangun dengan tujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan menjadi ruang publik itu belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekitar.

‎Hingga berita ini diterbitkan, Kepala DLH Kabupaten Karawang Asep Suryana belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terkini Taman Ekoriparian dan IPAL maupun rencana perbaikan agar fasilitas tersebut dapat berfungsi sesuai tujuan pembangunannya. (zal)

Related Articles

Back to top button