TELUSUR
Trending

Tegal Danas Darurat Debu: Warga Desak Pemkab Bekasi Bertindak

radarkarawang.id, Warga Kampung Tegal Danas, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, menyatakan protes keras terhadap kondisi polusi debu yang menyelimuti Jalan Raya Tegal Danas selama bertahun-tahun. Sebagai bentuk kekecewaan atas tidak adanya solusi dari pihak terkait, warga memasang spanduk bertuliskan “Tegal Danas Darurat Debu Imbas Tumpahan Cor-coran” di pinggir jalan tersebut.

Polusi debu tersebut diduga kuat berasal dari material beton yang tercecer dari aktivitas truk molen milik sejumlah batching plant yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut. Material yang tumpah kemudian mengering dan berubah menjadi debu tebal yang mengganggu jarak pandang serta kesehatan masyarakat. Warga kini mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dan pengelola batching plant untuk segera menertibkan armada pengangkut tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (28/7), debu berwarna keputihan tampak menutupi badan jalan hingga ke area pemukiman. Dampak buruk dari kondisi ini dirasakan langsung oleh Yohana (39), seorang pedagang minuman di Jalan Raya Tegal Danas. Ia mengaku harus bekerja ekstra keras untuk menjaga kebersihan barang dagangannya dari paparan debu.

“Setiap satu jam sekali saya harus mengelap dagangan biar debu gak menumpuk. Kalau gak dilap bisa-bisa ketutup debu,” kata Yohana.

Yohana menjelaskan bahwa permasalahan ini bukan merupakan hal baru, melainkan sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan semakin memburuk saat memasuki musim kemarau. Meskipun jalan tersebut sempat diaspal pada tahun 2019, kondisi bersih hanya bertahan dalam waktu singkat sebelum kembali tertutup material beton.

“Kondisi kayak gini udah lama. Bahkan waktu dulu habis di aspal 2019 itu bersihnya cuma sebulanan. Kalau di perempatan Tegal Danas mungkin ada yang nyiram katanya, tetapi kalau di sini tidak ada,” katanya.

Selain mengganggu kenyamanan, tebalnya debu di area lapak dagangannya juga berdampak pada penurunan minat konsumen dan gangguan saluran pernapasan. Warga berharap ada kepedulian nyata dari pihak-pihak terkait, setidaknya dalam bentuk pembersihan rutin terhadap tumpahan material truk molen guna meminimalisir dampak polusi udara di wilayah tersebut.

Related Articles

Back to top button