Karawang
Trending

9 Desa di Karawang Kekeringan, 12 Ribu Warga Terdampak

KARAWANG, RAKA – Dampak musim kemarau di Kabupaten Karawang terus meluas. Hingga saat ini, kekeringan telah melanda sembilan desa di empat kecamatan dengan total 12.155 jiwa atau 4.044 kepala keluarga (KK) terdampak.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang telah menyalurkan sebanyak 237.000 liter air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air.

‎Kepala BPBD Kabupaten Karawang Usep Supriatna mengatakan, wilayah terdampak kekeringan meliputi Kecamatan Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Telukjambe Barat. Distribusi air bersih terus dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan masyarakat di setiap desa.

‎”Di Kecamatan Tegalwaru, kekeringan terjadi di Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.876 jiwa atau 1.386 KK. BPBD telah menyalurkan 130.000 liter air bersih ke wilayah tersebut,”katanya, Selasa (28/7).‎

‎Sementara di Kecamatan Ciampel, lanjut Usep, tiga desa terdampak yakni Parungmulya, Mulyasejati, dan Kutanegara. Sebanyak 4.961 jiwa atau 1.585 KK mengalami kesulitan air bersih, dengan bantuan yang telah disalurkan mencapai 52.000 liter. ‎

“Di Kecamatan Pangkalan, kekeringan melanda Desa Kertasari, Mulangsari, dan Jatilaksana. Jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 1.728 jiwa atau 656 KK, dengan distribusi air bersih sebanyak 39.000 liter,”tuturnya.

‎‎Sedangkan di Kecamatan Telukjambe Barat, kata Usep, kekeringan terjadi di Desa Wanakerta yang berdampak pada 1.590 jiwa atau 417 KK. Hingga kini, BPBD telah menyalurkan 16.000 liter air bersih ke desa tersebut. ‎Usep menegaskan, BPBD akan terus melakukan pemantauan dan penyaluran air bersih selama musim kemarau berlangsung, terutama apabila jumlah wilayah terdampak terus bertambah. (zal)

Related Articles

Back to top button