
PURWAKARTA, RAKA – Lima ruangan di SDN 3 Jatiluhur, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, ambruk pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Bangunan yang roboh terdiri dari tiga ruang kelas, satu ruang guru, dan satu ruang kepala sekolah.
Peristiwa terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras selama tiga hari berturut-turut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini berdampak pada 162 siswa yang kini harus menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di bangunan madrasah yang berjarak sekitar 200 meter dari sekolah.
Kepala SDN 3 Jatiluhur, Kuswono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan nahwa kejadiannya berlangsung pada hari Sabtu pukul 03.00 dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, dikarenkan sekolah dalam keadaan kosong.
Menurut Kuswono, bangunan yang ambruk terakhir kali direhabilitasi pada tahun 2017. Ia menduga faktor usia material baja ringan yang hampir mencapai 10 tahun menjadi salah satu penyebab melemahnya struktur atap, terlebih setelah diterpa hujan ekstrem.
Baca Juga : Jalan Syeikh Baing Yusuf Purwakarta Jadi Titik Terpadat Saat Ngabuburit
“Ini bangunan tahun 2017, jadi usianya sudah hampir 10 tahun. Memang ada batas kekuatan baja ringan. Ditambah lagi hujan deras tiga hari berturut-turut,” ujarnya, Minggu (22/2)..
Pihak sekolah menilai kombinasi cuaca ekstrem dan usia bangunan membuat struktur tak mampu lagi menahan beban air hujan yang terus mengguyur.
Pasca-kejadian, pihak sekolah segera melaporkan insiden tersebut kepada pengawas dan Koordinator Wilayah (Korwil), lalu diteruskan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Pada hari yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Dinas, hingga Camat Jatiluhur turun langsung meninjau lokasi.
“Kemarin Ibu Kadis, Pak Sekdis, dan Pak Camat sudah ke sini. Warga juga langsung kerja bakti menurunkan sisa-sisa genteng supaya tidak membahayakan,” jelas Kuswono.
EPAPER RADAR KARAWANG – UPDATE SETIAP HARI
Ia menuturkan, respons cepat dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar cukup membantu dalam mengamankan area sekolah pasca-ambruknya bangunan.
Terkait nasib 162 siswa terdampak, Dinas Pendidikan menginstruksikan agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Sebagai solusi sementara, pihak sekolah akan meminjam bangunan madrasah terdekat agar kegiatan pendidikan tidak terhenti.
“Sesuai petunjuk Ibu Kadis, KBM harus tetap jalan. Kami berencana meminjam bangunan madrasah yang lokasinya masih dekat, jadi anak-anak tetap bisa sekolah dengan aman,” ungkapnya.
Hingga kini, pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut terkait rencana perbaikan dan pembangunan kembali ruang kelas yang ambruk di SDN 3 Jatiluhur Purwakarta tersebut. (yat)



