
Radarkarawang.id– Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) gelar musyarawah luar biasa (Muslub) Ketua Korpri Karawang blak-blakan soal anggaran kadeudeuh dan aset.
Korpri Kabupaten Karawang gelar muslub bersama pengurus, unit OPD, kecamatan hingga purna ASN. Salah satu keputusannya, pencairan kadeudeuh sebelum lebaran.
Ketua Korpri Kabupaten Karawang Asip menjelaskan, Muslub tersebut sekaligus mencabut keputusan pengurus sebelumnya dan menetapkan keputusan baru yang berlaku efektif.
“Karena ini Musyawarah Luar Biasa, maka kita putuskan bersama dan mencabut keputusan pengurus yang lalu. Pengurus yang baru inilah yang menjalankan hasil keputusan hari ini,” katanya, Jumat (27/2).
Asip mengakui adanya kendala keterbatasan dana dan persoalan aset yang hingga kini masih dalam proses hukum.
Baca juga: Tolak IPLT Jalupang, Warga Wancimekar Desak Pemkab Karawang Bereskan Masalah Sampah Dulu
“Kami mohon maaf kepada para senior purna ASN karena dengan keterbatasan dana dan aset yang belum selesai, kami belum bisa memenuhi seluruh yang diharapkan,” katanya.
Total anggaran yang tersedia saat ini sebesar Rp10,2 miliar. Sementara itu, jumlah pensiunan yang menjadi penerima uang kadeudeuh mencapai 1.930 orang,
Dengan rincian sebanyak 1.191 orang hasil KAP, 655 orang pensiun tahun 2025, serta 84 orang pensiun tahun 2024 hingga Januari–Februari.
Kesepakatan Muslub, besaran uang kadeudeuh adalah Rp7 juta per orang. Dengan jumlah penerima sebanyak 1.930 orang, kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp13,5 miliar. Artinya, masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp3,2 miliar.
“Asumsinya kalau Rp7 juta kali 1.930 orang, maka kebutuhan dana sekitar Rp13,5 miliar. Sementara dana yang ada Rp10,2 miliar, kekurangan sekitar Rp3,2 miliar,” jelasnya
Pihaknya tengah berproses hukum bersama Kejaksaan terkait penyelesaian aset. Ia berharap proses tersebut segera selesai agar kekurangan pembayaran bisa tuntas.
“Kami masih berproses di Kejaksaan terkait aset. Kami berharap itu bisa cepat kembali sehingga kekurangan pembayaran bisa kami selesaikan,” terangnya.
Target pencairan uang kadeudeuh 9 Maret mendatang. Proses administrasi dan verifikasi 1 hingga 8 Maret oleh Kominfo dan Bank BJB.
“Mudah-mudahan mulai 9 Maret sudah bisa kami cairkan secara bertahap sebelum Lebaran. Pencairan langsung melalui rekening masing masing penerima,” ucapnya.(asy)



