Mengenal Produk Unggulan Lapas Purwakarta: Dari Kopi Rindu Hingga Hasil Tani Berkualitas

PURWAKARTA, RAKA – Upaya mendorong kemandirian warga binaan terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwakarta. Salah satunya melalui kegiatan penjualan hasil karya warga binaan yang digelar pada Jumat (10/4), di area steril Lapas. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai produk hasil karya warga binaan dipasarkan secara langsung. Mulai dari hasil pertanian seperti kangkung dan telur ayam, hingga produk olahan makanan seperti aneka keripik dan Kopi Rindu yang menjadi salah satu unggulan.
Kalapas Purwakarta, Mizan Muhami, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang penjualan, tetapi juga sarana pembentukan mental dan keterampilan. Ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan menumbuhkan semangat produktivitas warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas,” ujar Mizan, Jum’at (10/4).
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dengan membeli produk hasil karya warga binaan. Menurutnya, dukungan tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan motivasi dan kesejahteraan mereka.
“Kami mengajak masyarakat untuk membeli dan bangga menggunakan produk warga binaan. Dengan begitu, mereka juga mendapatkan premi dari hasil penjualan yang bisa meningkatkan semangat berkarya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mizan menjelaskan bahwa pembinaan di Lapas Purwakarta tidak hanya berfokus pada pembentukan kepribadian, tetapi juga diarahkan pada keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan mampu membangun kepercayaan diri warga binaan serta membuka peluang bagi mereka untuk hidup mandiri setelah kembali ke lingkungan sosial.
Melalui program ini, Lapas Purwakarta terus berupaya menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan. Harapannya, produk hasil karya warga binaan semakin dikenal luas dan mampu menjadi jembatan bagi mereka untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (yat)



