Tembus 300 Ribu Pengunjung! Intip Pesona Bale Panyawangan, Wisata Sejarah di Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA – Bale Panyawangan terus menunjukkan eksistensinya sebagai destinasi edukasi sejarah unggulan di Kabupaten Purwakarta. Jumlah kunjungan yang menembus ratusan ribu menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap wisata edukatif ini.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Purwakarta, Aan, mengatakan Bale Panyawangan menjadi salah satu sarana pembelajaran sejarah yang diminati berbagai kalangan dari tahun ke tahun.
“Ada dua ruang utama, yakni Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara. Keduanya kami hadirkan sebagai sarana edukasi sejarah yang mudah dipahami dan menarik bagi semua kalangan,” ujarnya, Selasa (31/3).
Aan menjelaskan, jumlah kunjungan ke Diorama Purwakarta sejak beroperasi pada 2015 terus mengalami peningkatan. Pada tahun pertama tercatat 28.073 pengunjung, naik menjadi 48.249 pada 2016, dan mencapai 77.323 pengunjung pada 2017.
“Secara akumulatif, kunjungan ke Diorama Purwakarta selama periode 2015 hingga 2025 mencapai 317.001 pengunjung,” katanya.
Sementara itu, Diorama Nusantara yang mulai beroperasi pada 2017 juga menunjukkan tren positif. Pada tahun pertama tercatat 70.174 pengunjung, kemudian 60.303 pada 2018, dan 58.820 pengunjung pada 2019.
“Total kunjungan ke Diorama Nusantara hingga tahun 2025 mencapai 331.232 pengunjung,” ungkap Aan.
Menurutnya, dinamika kunjungan sempat mengalami penurunan pada 2020 hingga 2021 akibat pandemi COVID-19 yang membatasi aktivitas masyarakat. Selain itu, pada 2023 sempat diberlakukan tiket masuk berbayar sebagai bagian dari pengelolaan layanan, serta pada 2024 dilakukan perbaikan gedung dan peningkatan fasilitas.
“Setelah peningkatan fasilitas selesai, pada 2025 Bale Panyawangan kembali dibuka secara penuh dan gratis, sehingga kunjungan masyarakat kembali meningkat,” jelasnya.
Tak hanya dari sisi jumlah pengunjung, kualitas layanan juga menjadi perhatian. Berdasarkan hasil evaluasi melalui berbagai metode, tingkat kepuasan pengunjung mencapai 95 persen dengan kategori sangat puas.
“Ini menjadi indikator bahwa layanan yang kami berikan sudah sesuai dengan harapan masyarakat,” tambahnya.
Aan juga menyebutkan mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, yang mencapai lebih dari 80 persen dari total kunjungan. Hal ini menunjukkan peran penting Bale Panyawangan dalam mendukung pembelajaran sejarah dan literasi generasi muda.
Selain sebagai pusat edukasi sejarah, Bale Panyawangan juga memperkenalkan berbagai ragam budaya Sunda hingga Nusantara sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kepada generasi muda sekaligus melestarikan warisan leluhur bangsa.
Ke depan, Disarpus berharap Bale Panyawangan dapat terus dikembangkan sebagai pusat edukasi sejarah yang inovatif dan inklusif. Pembenahan serta peningkatan layanan akan terus dilakukan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. (yat)



