KJA di Waduk Jatiluhur Hangus Terbakar, Kapolres Purwakarta Terjunkan Tim Selidiki Penyebab Kebakaran
PURWAKARTA, RAKA – Sebuah Keramba Jaring Apung (KJA) di Perairan Waduk Jatiluhur, Kampung Pasirlaya, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, ludes terbakar pada Selasa (9/6) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi mencapai Rp50 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, tidak lama Satpolairud Polres Purwakarta sekitar 15 menit kemudian. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, pengamanan, serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan saksi, kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang nelayan yang melintas di sekitar lokasi. Nelayan tersebut berteriak memberitahukan adanya kebakaran di area keramba milik Ahmad Yani (53), warga Desa Ciputat, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: Gelar OSN Tingkat Kabupaten, Dua SDN di Purwakarta Jadi Pusat Kompetisi Sains Digital
Saksi yang berada di keramba bersebelahan langsung keluar dari saung dan melihat asap tebal dan api yang telah membesar. Bersama warga lainnya, mereka berupaya memadamkan api menggunakan air agar kobaran tidak merambat ke keramba lain.
Akibat kejadian itu, saung yang berdiri di atas keramba jaring apung hangus terbakar beserta berbagai barang di dalamnya. Sejumlah barang yang ikut terbakar di antaranya empat karung pakan ikan, televisi, kasur, lemari, tabung gas beserta peralatan dapur, perlengkapan keramba, dan timbangan ikan.
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan, petugas langsung melakukan serangkaian langkah kepolisian setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Personel segera mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta mendokumentasikan kondisi di lapangan. Langkah ini untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran dan memastikan tidak ada faktor lain yang membahayakan masyarakat,” ujar Tini.
Ia menambahkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi para pemilik keramba maupun saung di kawasan perairan agar lebih memperhatikan faktor keselamatan, terutama terhadap instalasi yang berpotensi memicu kebakaran.
Tonton Juga: EKSKUL UNIK TAPI JUARA! RAHASIA SMK LENTERA BANGSA DI OLAHRAGA TEROMPAH
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Purwakarta AKP Jamal Nasir menyebut pihaknya telah melakukan berbagai tindakan kepolisian mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi, tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP), olah TKP, hingga meminta keterangan dari para saksi.
“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan saung,” kata Jamal.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Polres Purwakarta juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian darurat atau situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. (yat)



