
PURWAKARTA, RAKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta mempercepat penanganan krisis air bersih di Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, setelah sebelumnya warga di wilayah tersebut terpaksa mandi dan mencuci di kubangan akibat kekeringan.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mengatakan, bantuan air bersih telah disalurkan ke desa tersebut. Hingga kini, hampir 40 ribu liter air bersih telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Untuk Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, sesungguhnya kami sudah mengirim air bersih. Bahkan saat ini sudah mengirim hampir 40 ribu liter air ke lokasi tersebut,” kata Om Zein, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, distribusi air bersih dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Om Zein menegaskan, Pemkab Purwakarta telah menyiagakan armada mobil tangki air bersih untuk melayani wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. Ia memastikan setiap laporan dari masyarakat akan segera ditindaklanjuti.
“Warga tidak perlu khawatir. Kalau mulai kesulitan air bersih, segera laporkan melalui RT, RW, kepala desa, camat, atau langsung ke Bale Katresna. Kami akan segera mengirim bantuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah membuka sejumlah jalur pelaporan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Selain melalui perangkat desa dan kecamatan, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui Posko Bale Katresna yang menjadi pusat layanan pengaduan Pemkab Purwakarta.
Pemkab juga meminta aparatur wilayah mulai dari RT, RW, kepala desa hingga camat aktif memantau kondisi di lapangan. Jika ditemukan permukiman yang mulai mengalami kekurangan air bersih, pendataan dan pelaporan diminta segera dilakukan agar distribusi air tidak terlambat.
Sebelumnya, krisis air bersih di Desa Batu Tumpang menjadi sorotan setelah sejumlah warga terpaksa memanfaatkan kubangan untuk mandi dan mencuci karena sumber air di lingkungan mereka mengering. Kondisi tersebut memicu perhatian publik sekaligus mendorong percepatan penyaluran bantuan air bersih ke wilayah tersebut.
Pemkab Purwakarta memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan, sekaligus memantau daerah-daerah lain yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini. (yat)



