
PURWAKARTA, RAKA – Hari Anak Nasional 2026 menghadirkan banyak cerita inspiratif dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ketika empat siswa sekolah dasar memilih menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk membersihkan lingkungan dibandingkan bermain.
Keempat anak itu menamakan diri Pandawa Cilik. Berbekal sarung tangan karet dan garpu besi sederhana, mereka menyisir selokan, sungai kecil, hingga halaman masjid di Kampung Sukarata Bawah RW 06, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta.
Aksi yang mereka lakukan sejak beberapa hari terakhir itu kini menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Mereka adalah Radit Arka Faizi, siswa kelas VI SDN 5 Nagri Kaler, Raffa Putera Maulana, siswa kelas VI SDN 5 Nagri Kaler, Atar Rifki Yudistira, siswa kelas VI SDN 6 Nagri Kaler, serta Fauzan, siswa kelas III SDN 7 Nagri Kaler.
Setiap pulang sekolah, keempatnya terlebih dahulu berkumpul di rumah Radit. Dari sana mereka membawa perlengkapan kebersihan sebelum berjalan menyusuri lingkungan yang telah mereka tentukan untuk dibersihkan.
Tanpa merasa jijik, mereka mengangkat sampah plastik, dedaunan, dan berbagai limbah yang berpotensi menyumbat aliran air. Tak hanya selokan, mereka juga membersihkan sungai kecil dan halaman masjid yang berada di sekitar permukiman.
Penggagas Pandawa Cilik, Radit Arka Faizi (11), mengatakan kegiatan tersebut berawal saat masa libur sekolah. Ia prihatin melihat banyak sampah menumpuk di saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir ketika hujan turun.
Selain itu, pelajaran Tatanen di Bale Atikan (TDBA) yang diterimanya di sekolah turut membentuk kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan.
“Pandawa Cilik ini dalam menjaga kebersihan lingkungan di pemukimannya sudah berlangsung selama sembilan hari dan viral karena ayah saya membuat videonya lalu mengunggahnya ke media sosial,” ujar Radit, Rabu (23/7/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan. Ia berharap lingkungan tempat tinggalnya tetap bersih sekaligus mengajak anak-anak lain untuk ikut peduli terhadap kebersihan.
Inisiatif para siswa ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SDN 5 Nagri Kaler, Nurhayati, mengaku bangga karena nilai-nilai yang diajarkan di sekolah mampu diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Bangga sekali terhadap dua siswa kami, Radit dan Raffa, yang peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitarnya. Semoga menjadi motivasi bagi siswa lainnya,” kata Nurhayati.
Ia menambahkan, budaya menjaga kebersihan memang telah menjadi bagian dari pembelajaran melalui program TDBA yang diterapkan di sekolah.
Aksi Pandawa Cilik pun menuai banyak respons positif di media sosial. Warganet memberikan apresiasi karena di tengah maraknya penggunaan gawai, masih ada anak-anak yang rela meluangkan waktu menjaga kebersihan lingkungan. (yat)



