
KARAWANG, RAKA – Cuaca yang lebih dingin dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Karawang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Mahasiswa STIKes Horizon Karawang Audry mengatakan, suhu udara di Karawang yang berkisar 26 derajat Celsius masih tergolong nyaman dan tidak secara langsung menyebabkan seseorang jatuh sakit. Namun, perubahan suhu yang lebih dingin dari biasanya dapat memengaruhi proses adaptasi tubuh terhadap lingkungan.
Menurutnya, yang lebih berpengaruh terhadap kesehatan bukanlah angka suhu itu sendiri, melainkan perubahan suhu, kelembapan udara, serta kondisi kesehatan masing-masing individu. Perubahan cuaca dapat memengaruhi sistem pertahanan alami tubuh, terutama pada saluran pernapasan.
Kelompok yang paling rentan di antaranya bayi, balita, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, penyakit paru kronis, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan maupun memperberat penyakit yang telah diderita.
Audry yang juga Ketua Umum Komisariat Al-Aziz menambahkan, daya tahan tubuh juga dapat menurun apabila perubahan cuaca disertai kurang istirahat, stres, kelelahan, asupan gizi yang tidak seimbang, atau adanya penyakit penyerta. Akibatnya, sistem imun menjadi kurang optimal sehingga tubuh lebih mudah mengalami gangguan kesehatan.
Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, memenuhi kebutuhan cairan, tidur selama 7–9 jam setiap hari, rutin berolahraga, mengelola stres, menggunakan pakaian yang sesuai saat udara terasa lebih dingin, serta tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dan menerapkan etika batuk.
Sementara itu, Dokter Puskesmas Jatisari, Dede Ridwan mengatakan, cuaca dingin juga dapat memicu gangguan kesehatan pada masyarakat yang memiliki riwayat alergi dingin, seperti biduran (urtikaria), maupun penyakit pernapasan seperti asma.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi sayur, buah-buahan, dan vitamin, serta menghindari faktor pencetus seperti udara dingin dan debu. ”Jika mengalami demam tinggi, batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan yang semakin berat, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat,”tutupnya.(zal)



