
KARAWANG, RAKA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengingatkan pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang dan kendaraan berat, untuk memastikan kondisi kendaraan laik jalan sebelum melintasi perlintasan sebidang.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul dua kejadian kendaraan truk mengalami gangguan di perlintasan sebidang dalam beberapa hari terakhir. Insiden tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berdampak terhadap perjalanan kereta api.
Pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 06.32 WIB, sebuah truk mengalami patah as roda di JPL 171 resmi dijaga KM 67+000/100, petak jalan antara Maja (MJ)–Citeras (CTR). Gangguan tersebut diketahui setelah petugas perjalanan kereta api melihat truk dalam kondisi bermasalah di area perlintasan.
Akibat kejadian itu, perjalanan kereta api harus dilakukan dengan pengaturan tertentu untuk memastikan keselamatan. Berdasarkan data sementara, sebanyak lima perjalanan kereta api mengalami kelambatan.
Sehari sebelumnya, Kamis (6/8), insiden serupa juga terjadi di wilayah Daop 1 Jakarta. Sebuah truk terguling sekitar pukul 11.15 WIB di JPL 130, perlintasan sebidang Jalan Raya Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.
Petugas KAI bersama pihak terkait langsung melakukan penanganan. Jalur kereta api kemudian dapat kembali beroperasi sekitar 63 menit setelah kejadian. Namun, insiden tersebut berdampak terhadap 11 perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, dua kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan untuk perjalanan, terutama bagi kendaraan angkutan barang dan kendaraan berat.
“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami mengajak para pengemudi dan pengusaha angkutan untuk memastikan kendaraan yang digunakan benar-benar dalam kondisi laik jalan dan muatan yang dibawa sesuai dengan kapasitas kendaraan,”katanya, Sabtu (8/8).
Menurutnya, kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas maupun memiliki dimensi yang tidak sesuai ketentuan berpotensi memberikan beban berlebih terhadap komponen kendaraan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan teknis, seperti kerusakan pada roda, as, sistem pengereman, maupun komponen utama lainnya.
“Pemeriksaan sederhana sebelum perjalanan dapat menjadi langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar. Pastikan kondisi roda dan as, ban, sistem pengereman, serta komponen utama kendaraan dalam kondisi baik. Selain itu, pastikan muatan tidak melebihi kapasitas dan ditata secara aman,”terangnya.
Franoto juga mengingatkan, pengguna jalan bahwa perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan antara jalur kereta api dan lalu lintas kendaraan. Karena itu, pengemudi harus memastikan kendaraannya mampu melintas dengan aman dan tidak berhenti di atas jalur kereta api.
Khusus kendaraan berat, pengemudi diminta memeriksa kondisi roda, ban, as, sistem pengereman, serta komponen utama kendaraan sebelum perjalanan. Muatan juga harus sesuai kapasitas dan terdistribusi dengan baik agar tidak mengganggu kestabilan kendaraan.
Selain itu, pengemudi perlu memperhatikan kondisi permukaan perlintasan dan memastikan kendaraan dapat melintas hingga benar-benar keluar dari area perlintasan.
“Jangan berhenti di atas jalur kereta api. Pastikan kendaraan dapat melintas hingga benar-benar berada di luar area perlintasan,” tegasnya.
Apabila kendaraan mengalami gangguan saat berada di perlintasan, pengemudi diminta segera berupaya mengosongkan area perlintasan dan meminta bantuan petugas. Masyarakat yang melihat kendaraan mengalami gangguan di atas perlintasan juga diminta segera melaporkan kondisi tersebut kepada petugas perlintasan maupun petugas KAI.
“Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah pengamanan dapat dilakukan. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila melihat kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan di perlintasan,” tuturnya.
KAI menilai keselamatan di perlintasan sebidang perlu menjadi perhatian seluruh pihak, mengingat gangguan kendaraan di lokasi tersebut dapat berimbas langsung terhadap perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan.
“Pesan kami sederhana, mari kita saling menjaga. Pastikan kendaraan siap sebelum berangkat, muatan sesuai kapasitas, dan selalu berhati-hati ketika melintasi perlintasan sebidang. Dengan kedisiplinan dan kepedulian bersama, kita dapat mencegah kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan,”tutupnya. (zal)



