
PURWAKARTA, RAKA – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Purwakarta mencatat 403 kejadian kebakaran sejak awal Januari hingga 9 Oktober 2026. Angka tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan sepanjang 2025 yang mencatat 165 kejadian.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi laporan kejadian tahun ini, terutama di tengah musim kemarau. Dari total 403 kejadian, sebanyak 311 di antaranya merupakan karhutla.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, mengatakan peningkatan kejadian kebakaran tersebut membuat petugas menghadapi tantangan lebih besar dalam penanganan di lapangan.
“Musim kemarau tahun ini membuat kejadian kebakaran cukup marak. Kami harus menangani ratusan kejadian, sementara sumber daya manusia dan armada pemadam kebakaran yang tersedia masih terbatas,” kata Juddy, Rabu (14/10/2026).
Selain karhutla, Damkar Purwakarta mencatat 40 kejadian kebakaran rumah, sembilan kejadian kebakaran industri, serta 43 kejadian kebakaran pada objek lainnya.
Juddy mengakui peningkatan jumlah kebakaran belum diimbangi dengan ketersediaan personel yang sesuai kebutuhan. Saat ini, Damkar Purwakarta memiliki 71 personel, sedangkan kebutuhan diperkirakan mencapai sekitar 100 orang atau lebih apabila mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 122 Tahun 2018.
“Sampai saat ini kami masih kekurangan anggota Pemadam Kebakaran karena belum memenuhi standar yang dibutuhkan,” ujarnya.
Kendala juga terjadi pada armada pemadam kebakaran. Dari delapan unit kendaraan yang tersedia, dua unit mengalami kerusakan berat, tiga unit rusak sedang, dan hanya tiga unit yang masih dalam kondisi baik.
“Kendaraan Damkar yang ada rata-rata sudah sangat tua sehingga sering rusak saat melaksanakan operasi pemadaman,” kata Juddy.
Selain menangani kebakaran, petugas Damkar Purwakarta juga menerima permintaan bantuan untuk berbagai situasi darurat, termasuk evakuasi hewan liar dan penyelamatan lainnya sesuai laporan masyarakat. (yat)



