
PURWAKARTA, RAKA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta membangun tiga gapura baru berkonsep Gapura Melati di dua kawasan perkotaan, yakni satu gapura di Jalan Dr. Mr. Kusumahatmaja, tepatnya di samping Gedung Dakwah, serta sepasang gapura di kawasan perempatan Pemda Purwakarta.
Pembangunan tersebut menggunakan bata terakota dari Plered sebagai upaya mengangkat potensi produk lokal sekaligus mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Purwakarta.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta, Entin Suryatin, menjelaskan penggunaan material terakota menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap produk unggulan lokal.
Menurutnya, pembangunan gapura tidak hanya bertujuan memperindah wajah perkotaan, tetapi juga memanfaatkan material lokal agar produk unggulan Purwakarta semakin dikenal.
“Pembangunan gapura ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap potensi UMKM lokal, khususnya produk terakota dari Plered. Kami ingin material lokal bisa dimanfaatkan dalam pembangunan sekaligus memberikan dampak bagi pelaku usaha di daerah,” ujar Entin, Selasa (27/10/2026).
Pemanfaatan material berbahan tanah liat tersebut juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap program gentengisasi yang menjadi sorotan di tingkat nasional. Pemerintah daerah berupaya menerjemahkan perhatian terhadap produk berbahan tanah liat itu melalui pembangunan fasilitas publik dengan memanfaatkan material lokal.
Tiga gapura tersebut mengusung konsep Gapura Melati yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Desainnya dilengkapi elemen lampu Binokasih dengan bentuk mahkota kerajaan sebagai bagian dari identitas visual kawasan.
Entin menjelaskan, penerapan konsep tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter kawasan perkotaan Purwakarta sekaligus menghadirkan penataan yang selaras dengan identitas budaya daerah.
“Konsep yang digunakan adalah Gapura Melati. Selain desain gapura, ada juga elemen lampu Binokasih dengan bentuk mahkota kerajaan yang menjadi bagian dari identitas visualnya,” kata Entin.
Satu gapura dibangun di Jalan Dr. Mr. Kusumahatmaja, tepatnya di samping Gedung Dakwah. Sementara itu, dua gapura lainnya dibangun berpasangan dalam satu kawasan di perempatan Pemda Purwakarta. Pekerjaan di kawasan tersebut juga mencakup pembangunan taman median jalan.
Berdasarkan data anggaran yang disampaikan, pembangunan gapura beserta taman median jalan di perempatan Pemda memiliki pagu sekitar Rp580 juta. Adapun gapura di samping Gedung Dakwah memiliki pagu anggaran sekitar Rp248 juta.
Selain pembangunan gapura, Pemkab Purwakarta melalui Disperkim juga melakukan penataan kawasan melalui pembangunan taman baru di sejumlah titik.
Pembangunan tersebut meliputi Taman Kapten Halim di kawasan Ranca Darah dengan anggaran sekitar Rp247 juta, Taman Kemuning sekitar Rp99 juta, serta taman di kawasan Salem dengan anggaran sekitar Rp138 juta yang mulai dibangun.
Penataan taman tersebut menjadi bagian dari upaya memperindah kawasan perkotaan dan menyediakan ruang publik yang lebih tertata bagi masyarakat.
Melalui pembangunan gapura dan taman, Pemkab Purwakarta berupaya memadukan penataan lingkungan, penguatan identitas daerah, serta pemanfaatan produk lokal.
Penggunaan bata terakota Plered diharapkan dapat memperluas pemanfaatan hasil kerajinan lokal dalam pembangunan daerah sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang. (yat)


