Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Tolong, Rumah Saya Ambruk.... - Radar Karawang
Uncategorized

Tolong, Rumah Saya Ambruk….

KOTABARU, RAKA – Sungguh iba rasanya jika melihat kondisi Karipah (56) warga Dusun Sukasenang RT01 RW02, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru. Janda tua yang tinggal bersama keempat anaknya, itu terpaksa mengontrak rumah sejak tempat tinggalnya ambruk.

Selama hampir dua tahun dia menunggu bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumahnya yang sudah sangat tidak layak untuk dihuni. Namun hingga rumahnya ambruk beberapa waktu lalu, bantuan tak kunjung datang. “Saya orang susah, boro-boro untuk perbaiki rumah, untuk kebutuhan sehari-hari juga pas-pasan. Makanya kalau bisa tolong dibantu sama pemerintah,” kata Karipah kepada Radar Karawang, Kamis (4/10) kemarin.

Sejak rumahnya ambruk, dia terpaksa mengontrak kamar dengan beban biaya Rp400 ribu setiap bulan. Padahal, uang yang dihasilkan dari kerja serabutannya paling besar hanya mencapai Rp40 ribu sehari. “Sudah ada 6 bulan ngontrak. Untuk bayar kontrakan dibantuin sama anak atau cucu,” ungkapnya.

Kepala Desa Cikampek Utara Umar menyampaikan, pihaknya bukan membiarkan dan tidak ingin membantu masyarakatnya. Hanya saja, rumah milik Karipah itu diajukan mendapatkan bantuan rutilahu tahun 2019. “Saya sudah buat pengajuannya. Kalau saya gak ajuin baru saya salah. Tadinya mau dimasukin di tahun 2019,” kata umar.

Dikatakan Umar, berdasarkan hasil musyawarah dengan warganya, tahun 2018 ada empat bantuan rutilahu, termasuk di Dusun Sukasenang. Ia juga mengakui di desanya terhitung ada 30 rutilahu yang akan diajukan. “Maksudnya supaya adil jadi setiap dusun itu satu rumah. Karena setahun itu hanya empat rumah,” katanya.

Mengetahui hal tersebut, Acep Suyatna salah satu anggota DPRD di dapil 5 langsung mengunjungi tempat kediaman Karipah. “Saya akan usulkan untuk dimasukan pada APBD perubahan, dan akan mengawal agar segera dibantu untuk perenovasian,” ujarnya.

\
Menurutnya, selama satu tahun bantuan rutilahu bisa lebih dari 6 sampai 10 rumah. Karena untuk program tersebut tidak hanya berdasarkan pengajuan dari desa, tetapi bisa juga melalui aspirasi dewan. “Sebenarnya rutilahu setahun itu bisa sampai 10 rumah. Karena kan bisa juga melalui aspirasi,” ujarnya. (cr2)

Related Articles

Back to top button