KARAWANG, RAKA – Kebakaran terjadi di lantai 5 Gedung Pemda 2 Karawang yang menjadi tempat kerja Bidang Prasarana Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik akibat penggunaan kabel yang dinilai terlalu kecil dan tidak sesuai dengan peruntukannya.
Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang Lilis mengatakan, kebakaran terjadi belum lama ini saat jam kerja. Api dengan cepat ditangani menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang dicari dari lantai bawah.
“Pada saat kejadian kami melakukan tindakan dengan cepat dengan mencari APAR ke bawah. Api alhamdulillah dapat dipadamkan. Untung kejadian ini masih di jam kerja sehingga dapat diketahui,”katanya, Senin (24/8).
Kebakaran tersebut terjadi setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang sebelumnya melayangkan peringatan resmi terkait buruknya Sistem Proteksi Kebakaran (SPKB) di Gedung Pemda 2.
Rekomendasi teknis BPBD menyoroti minimnya sarana proteksi kebakaran, termasuk ketersediaan APAR. Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan serius mengingat Gedung Pemda 2 digunakan oleh sejumlah perangkat daerah dan setiap harinya dipenuhi aktivitas para pegawai.
Dampak kebakaran juga masih dirasakan hingga Senin (24/8). Pasokan listrik di lantai tersebut belum kembali normal sehingga aktivitas ASN di Bidang Prasarana belum dapat berjalan maksimal. Sejumlah komputer bahkan belum dapat digunakan.
“Kami sudah menyampaikan kepada pimpinan. Di Pemda 2 ini ada empat dinas, semua pimpinan sudah melakukan rapat,” katanya.
Lilis berharap, persoalan kelistrikan dan sistem proteksi kebakaran di Gedung Pemda 2 segera mendapat penanganan. Menurutnya, perbaikan tidak hanya menyangkut kelancaran aktivitas perkantoran, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan para pegawai yang bekerja di dalam gedung.
“Saya sangat berharap ini segera mendapatkan penanganan karena di sini banyak pekerja. Jangan sampai ada korban dulu,”tutupnya. (zal)



