HEADLINE
Trending

Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Begini Siasat Pedagang Es Teh di Karawang Agar Tak Rugi

KARAWANG, RAKA – Kenaikan harga bahan kemasan, khususnya plastik dan produk turunannya, mulai dirasakan para pedagang kecil di Kabupaten Karawang. Lonjakan harga tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional hingga keuntungan yang diperoleh para pelaku usaha mikro.

‎‎Pedagang es teh di Karawang Maryam mengungkapkan, bahwa harga cup (gelas plastik) untuk es teh mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ia bahkan menyebut kenaikan tersebut bukan lagi sekadar naik, melainkan “pindah harga”. Sebelumnya, harga cup berada di kisaran Rp 13 ribu, namun kini melonjak menjadi Rp 23 ribu.‎

‎Menurut Maryam, kenaikan harga tersebut diduga dipengaruhi oleh kondisi global, termasuk isu perang antara Amerika dan Iran. Meski demikian, ia mengaku tidak berani menaikkan harga jual es teh karena khawatir kehilangan pelanggan. ‎“Kalau harga dinaikkan, takutnya pelanggan kabur. Jadi terpaksa ditahan, meskipun keuntungan jadi berkurang,”katanya, Minggu (12/4).‎

‎Ia menambahkan, sebelumnya keuntungan bersih yang bisa didapat dalam sehari mencapai Rp 150 ribu, dengan catatan dagangan habis terjual. Namun saat ini, pendapatan bersihnya menurun menjadi sekitar Rp 100 ribu per hari.

‎‎Hal serupa juga dirasakan pedagang bakso di Karawang, Dedi. Ia mengatakan harga sterofoam mangkuk untuk kemasan bakso juga mengalami kenaikan dari Rp 20 ribu menjadi Rp 29 ribu. ‎Dedi mengaku baru-baru ini menerima pesanan bakso untuk acara hajatan sebanyak 500 mangkuk. Akibat kenaikan harga kemasan, ia terpaksa menambah biaya sebesar Rp 1.000 per mangkuk kepada pelanggan.

‎“Kami berharap ada kebijakan dari pemerintah agar harga plastik bisa kembali normal. Karena kenaikan ini sangat terasa dampaknya bagi pedagang kecil seperti kami,”harapnya.

‎‎Sementara itu, pedagang es cekek Aisyah, juga menghadapi situasi serupa. Ia terpaksa menaikkan harga jual es yang sebelumnya Rp 1.000 menjadi Rp 2.000 per bungkus akibat naiknya harga plastik.

‎Menurutnya, kenaikan harga tersebut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat, terlebih ia berjualan di wilayah perkampungan. ‎“Pembeli jadi berkurang karena harga naik. Mudah-mudahan harga plastik bisa kembali normal, supaya saya bisa jualan lagi dengan harga yang terjangkau,”harapnya. (zal)

Related Articles

Back to top button