Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Karawang
Trending

Forum WASH Karawang: Solusi Sampah dan Sanitasi Progresif

Karawang, Pada Hari Selasa 3 November 2026 di Swiss belHotel, Bapperida Karawang bersama-sama masyarakat sipil Forum CSO WASH (Water, Sanitation, Hygiene) Karawang dan Koalisi PRIMA WASH menyelenggarakan Multi Stakeholder Forum (MSF) WASH Karawang untuk membahas persoalan air bersih, sanitasi dan pengelolaan sampah serta solusi-solusinya. Forum ini mengumpulkan berbagai pihak dari unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, legislatif, BUMD, perusahaan swasta, masyarakat sipil, dan unsur media/jurnalis dengan total kurang lebih 96 orang.

Dari pihak pemerintahan daerah dihadiri oleh Kepala Bapperida sekaligus Asda 1 Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman sekaligus Asda 2 Perekonomian & Pembangunan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabid Kebersihan, Kabid Pengendalian Pencemaran & Keanekaragaman Hayati, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Camat Cilamaya Wetan, Kades Muara. Pihak legislatif dihadiri perwakilan Komisi 3 dan Komisi 4 DPRD Karawang. Sedangkan lembaga vertikal terlihat perwakilan BPK RI Jabar dan Ombudsman RI Perwakilan Jabar.

Pemerintah Karawang perlu ambisius untuk mencapai target air minum aman dan sanitasi aman dan tidak terlena target hanya untuk air minum layak maupun sanitasi layak.

Peta dan statistik yang disampaikan Pemerintah Karawang saat Multi Stakeholder Forum WASH perlu dibuka akses seluas-luasnya bagi publik sehingga progres terpantau dengan baik. Demikian juga dengan komitmen anggaran WASH perlu diinformasikan secara berkala.

Berdasarkan pernyataan dan tanggapan dari pihak pemerintah yang hadir, kami Forum CSO WASH Karawang menyatakan sebagai berikut :

  • Yuda Febrian Silitonga – Forkadas C+ : perlindungan sungai sebagai sumber air baku untuk air bersih dan menjaga keanekaragaman hayati perlu diakselerasi.
  • Vina Kurnia – PPSW Tatar Sunda “ persoalan isu WASH hal paling dekat dan penting dengan perempuan. Negara harus hadir dan menjadi prioritas dalam kebijakan untuk mengatasi masalah air bersih yang aman sehingga perempuan tidak mendapat beban ganda. Begitu juga terkait dengan sampah, perlu infras yang memang jelas. Bahkan di Karawang mencari tempat sampah umum (red:hal simpel) sulit ditemukan di tempat umum.

Dalam pemenuhan sanitasi, Pemkab Karawang harus serius melihat fasilitas MCK/WC sekolah. Kenapa ini penting ? Anak-anak tumbuh, belajar, dan melakukan aktivitas dan di sana ada anak perempuan yang mengalami menstruasi membutuhkan akses air bersih dan tempat aman untuk akses kesehatan khusus (biologis) dan jangan sampai karena ketidaktersediaan tersebut bisa mengancam kesehatan reproduksi kedepannya. Bahkan terjadi banyak kasus kekerasan/pelecehan jika infrastruktur tidak tersedia.

  • Pius Widiyatmoko – Perkumpulan Inisiatif : program dan kegiatan pemerintah terkait instalasi prasarana air bersih, sanitasi dan pengelolaan sampah yang nanti diserahterimakan pengelolaannya pada komunitas, perlu melibatkan komunitas sejak dalam merencanakan spesifikasi barang/jasa sehingga calon pengelola memahami bagaimana cara pemeliharaan dan perawatan instalasi ke depannya.
  • Simbok Khotimah -Serikat Perempuan Basis Tatar Sunda – banyak anggota SPB merupakan Buruh Tani dengan perubahan iklim berdampak pada ketersediaan air untuk lahan sawah (kekeringan) sehingga lahan tak bisa ditanami dan hilangnya mata pencarian, belum lagi ketika aliran sungai/irigasi utk pengairan banyak sampah air yang masuk ke sawah sedikit dan mempengaruhi hasil panen. Selain permasalah anggota kami di pedesaan, sedangkan di perkotaan anggota SPB juga merasa ketersedian air melalui PDAM kurang baik secara pelayanan air yang mengalir seringkali kotor dan kecil di jam-jam tertentu terutama pagi dimana aktivitas warga sangat membutuhkan air.
  • Inggit Pramudyana – Asosiasi KP-SPAM Karawang : anggota banyak mengalami hambatan, antara lain Kurangnya kesadaran pemanfaat Air dalam iuran bulanan, ketersediaan sumber air yg sangat terbatas, kualitas air yg kurang layak atau aman, tersandung politik pemilihan kepala desa, dukungan pemdes, kecamatan maupun kabupaten yg relatif kurang dalam regulasi maupun anggaran, serta ketersediaan yang sangat terbatas dalam hal spare-part alat pompa / pipanisasi
  • Siti Marini – BSI Al Firdaus : perlunya penguatan Bank sampah yg telah berdiri dari segi sarana dan prasarana

Forum CSO WASH Karawang terdiri dari beberapa organisasi dan perorangan, antara lain Forkadas Citarum, BSI Al Firdaus, KPPI Karawang, KNTI Karawang, Perkumpulan Inisiatif, Tim Kerja PKK Karawang, Fordas Cilamaya, Jaringan Kerja Eco Village Karawang, PPSW Tatar Sunda, Serikat Perempuan Karawang, Asosiasi KP-SPAM Karawang, Pamsimas Desa Mekar Buana, Pamsimas Banyu Urip Desa Bayur Kidul, PAM Irigasi Desa Margakaya, Jampasir (Jaringan Masy.Pantai & Pesisir), BSI Green Day, Akademisi Teknik Lingkungan Unsika, jurnalis suaranews.

Related Articles

Back to top button