Menteri PKP Maruarar Sirait Dorong Hunian Terjangkau, Resmikan Hunian Wawasan Bangsa di Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Perumahan Hunian Wawasan Bangsa di Kabupaten Purwakarta, Selasa (14/4) malam.
Peresmian tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta melibatkan pengembang dari Lippo Group.
Dalam sambutannya, Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara menekankan bahwa pembangunan sektor perumahan tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menyebut sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta menjadi kunci utama.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun ekosistem perumahan yang kuat,” ujarnya di lokasi.
Menteri Ara juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pembangunan kawasan tersebut. Ia secara khusus menilai kepemimpinan daerah memiliki peran strategis dalam mendorong program pro rakyat.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang dinilai konsisten mendukung pembangunan perumahan.
Selain itu, ia juga menyoroti kontribusi sektor swasta, termasuk peran James Riady yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan rumah susun subsidi.
“Ini adalah contoh nyata kolaborasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Maruarar menilai Perumahan Hunian Wawasan Bangsa memiliki potensi menjadi model pengembangan hunian masa depan. Menurutnya, kawasan ini tidak hanya menawarkan harga terjangkau mulai Rp120 juta, tetapi juga mengusung konsep modern dan terintegrasi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai kebutuhan hunian di Jawa Barat masih sangat tinggi sehingga kolaborasi dengan sektor swasta perlu terus diperkuat.
“Kami menyambut baik pembangunan ini sebagai bagian dari solusi atas kebutuhan hunian masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, kehadiran hunian ini turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu penghuni, Ajeng, mengaku terbantu dengan skema pembiayaan yang ringan.
Ia menyebut rumah tipe HWB 2B yang ditempatinya dibanderol sekitar Rp120 juta, dengan cicilan sekitar Rp800 ribu per bulan selama 15 tahun.
“Lokasinya strategis, dekat tempat kerja, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Sangat membantu kami,” ungkapnya.
Melalui peresmian ini, Menteri PKP menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (yat)



