Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi - Radar Karawang
Uncategorized

Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

RENGASDENGKLOK, RAKA – Poned Puskesmas Rengasdengklok mengajak masyarakat menekan angka kematian ibu (AKI) khsusunya di Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok yang dianggap sebagai penyumbang AKI terbanyak tersebut.

Dikatakan Penanggungjawab Poned Puskesmas Rengasdengklok dr Sopian dari sembilan desa di wilayah Kecamatan Rengasdengklok, dalam dua tahun terkahir, Desa Dewisari selalu menyumbang Angka Kematian Ibu. Mulai dari pra atau pasca kehamilan ibu. “Dari tahun 2016-2018, AKI di Kecamatan Rengasdengklok mencapai 5 kematian, khususnya di Desa Dewisari yang selalu ada di setiap tahun,” katanya kepada Radar Karawang, Kamis (25/10).

Dipaparkan, tahun 2016 lalu ada 5 orang yang meninggal, 2017 sebanyak 3 orang, dan per Oktober 2018 ini sudah 3 orang meningal. Menurutnya, tingginya angka kematian pada ibu hamil tersebut disebabkan beberapa faktor. Biasa disebut dengan 3 Terlambat dan 4 Terlalu. Yaitu, 4 terlalu sering melahirkan, terlalu muda saat hamil, terlalu dekat jarak kehamilannya, dan terlalu tua saat hamil, Terlambat mengambil keputusan, Terlambat untuk dirujuk, dan terlambat ditangani,” ujarnya lagi.

Lebih lanjutnya, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya melakukan Audit Maternal Perinatal (AMP) yang merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengkajian dan pembahasan kasus kesakitan, kematian ibu dan perinatal sebagai upaya pembelajaran bersama dalam menyikapi kasus kematian yang telah terjadi.

Sehingga ditemui cara penanganan yang lebih baik dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Selain itu, pihaknya juga lakukan peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap para bidan, juga melakukan screening terhadap ibu hamil dan melakukan kemitraan dengan para dukun bayi atau paraji dan fasilitas kesehatan swasta atau klinik-klinik swasta di wilayah kerja kita.

“Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan kerjasama lintas sektoral seperti pemerintah desa setempat untuk bisa meminimalisir tingginya tingkat kematian pada ibu hamil ini,” pungkasnya. (rok)

Related Articles

Back to top button