Warga Purwakarta Geger! Ular Piton Besar Bersembunyi di Selokan Depan Rumah, Ini Kronologinya

PURWAKARTA, RAKA – Ketegangan sempat menyelimuti warga Perumahan Panorama Blok D2 di Kabupaten Purwakarta setelah seekor ular piton sepanjang sekitar dua meter ditemukan bersembunyi di saluran selokan depan rumah warga.
Kemunculan reptil tersebut langsung memicu kepanikan. Warga yang mengetahui keberadaan ular itu segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran setempat.
Petugas pun bergerak cepat menuju lokasi. Namun, proses evakuasi tidak berjalan mulus. Ular diketahui bersembunyi rapat di dalam selokan sempit yang tertutup beton, membuat petugas harus mengambil langkah ekstrem.
“Begitu menerima laporan, kami langsung menuju lokasi. Kendalanya, ular berada di dalam selokan kecil yang tertutup beton, sehingga harus kami bobol terlebih dahulu,” ujar petugas Damkar, Sarif Hidayat, Rabu (15/4).
Pembongkaran beton dilakukan demi menjangkau posisi ular yang sulit dijangkau. Dalam kondisi sempit dan berisiko, petugas berjibaku untuk mengevakuasi hewan melata tersebut.
Setelah upaya yang cukup menegangkan, ular piton akhirnya berhasil dikeluarkan dari persembunyiannya. Hewan tersebut kemudian diamankan dan dimasukkan ke dalam karung untuk dibawa oleh petugas.
Sementara itu, Ayi, warga yang pertama kali melihat ular tersebut, mengungkapkan bahwa kemunculan reptil itu sebenarnya sudah terdeteksi sebelumnya. Ia menyebut ular awalnya terlihat di saluran air yang lebih besar sebelum berpindah ke selokan kecil di depan rumahnya.
“Awalnya muncul dari selokan besar. Lalu berpindah ke selokan kecil depan rumah, makanya langsung saya laporkan,” katanya.
Menurutnya, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Ia menduga perubahan lingkungan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong ular keluar dari habitat aslinya.
Dulu, area sekitar perumahan dikenal sebagai kawasan kebun bambu. Namun seiring perubahan fungsi lahan dan tingginya curah hujan, habitat alami ular diduga terganggu.
Kondisi tersebut membuat satwa liar seperti ular piton mulai masuk ke area permukiman warga, meningkatkan potensi bahaya yang perlu diwaspadai bersama. (yat)



