
KARAWANG, RAKA- Untuk menekan kamacetan dan potensi bentrok sesama pengendara saat jam pulang kerja, Dinas Perhubungan Karawang blokade bundaran Ramayana Karawang.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan, dan Pengembangan Keselamatan Karawang Yunus Kusriwanto mengatakan, kemacetan menjadi salah satu persoalan di Kabupaten Karawang khususnya saat jam pulang kerja.
Bagaimana tidak, selain jumlah kendaraan yang padat banyak juga pengendara melawan arus.
Baca Juga: Ribuan Ikan Mati Mendadak di Karawang, DLH: Masih Tunggu Hasil Uji Lab 14 Hari
“Jadi ini bentuk upaya kita bersama jajaran Satlantas agar persoalan tersebut bisa sedikit teratasi,” ucapnya kepada Radar Karawang. Rabu (4/6)
Ia membeberkan, salah satu titik yang sering melawan arus adalah bundaran Ramayana Karawang, di mana ratusan pengendara dari arah tuparev memotor jalur bundaran tanpa melakukan putar arah.
“Harusnya mereka putar arah dulu, tidak langsung poto jalan ke bundaran” bebernya.
Menurut Yunus, dampak dari memotong jalan itulah yang membuat lalulintas semakin macet terutama untuk pengendara dari arah Johar menuju Pemda.
“karena jumlah yang memotong jalan ini jumlahnya puluhan setiap melintas, kemudian menghambat dan terjadi penumpukan dari arah johar,” katanya.
Masih dikatakan Yunus, selain memperburuk kondisi lalulintas, memotong jalan memicu bentrok sesama pengendara khususnya pesepeda motor.
“karena posisinya bundaran kadang kalo jalan lagi kosong kecepatan cukup tinggi kemudian tiba tiba dari arah Tuparev nyebrang,”
Tonton Juga: EKSKUL UNIK TAPI JUARA! RAHASIA SMK LENTERA BANGSA DI OLAHRAGA
Sementara itu salah satu pegawai toko pakaian di lokasi tersebut Sitorus (32) mengungkapkan, kemacetan sebenarnya terjadi karena bundaran dekat dengan perlintasan lereta api Tuparev. Akan tetapi penutupan bundaran ramayana tersebut menjadi salah satu kebijakan tepat karena bisa mengurangi bentrok pengendara.
“Soalnya ada saja warga yang adu mulut gara gara tabrakan,” pungkasnya. (mal)



