KARAWANG, RAKA- Kebakaran melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Cirejag yang berlokasi di Desa Cirejag, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Selasa (9/6) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.17 WIB dan mengakibatkan sebagian bangunan serta sejumlah peralatan operasional TPST mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Kebersihan, Penanganan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang Willy mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan informasi dari pengelola TPST, kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas yang menyebabkan peningkatan suhu pada tumpukan sampah. Selain itu, akumulasi gas metana yang terbentuk di dalam timbunan sampah diduga memicu munculnya titik api.
“Sebagian bangunan TPST Cirejag beserta sejumlah peralatan operasional mengalami kerusakan akibat terbakar. Namun tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya, Selasa (9/6).
Setelah menerima laporan, sambungnya, tim gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas Pemadam Kebakaran dari BPBD Kabupaten Karawang bersama aparatur Desa Cirejag, pengelola TPST, dan masyarakat setempat melakukan upaya pemadaman serta pengendalian agar api tidak merambat ke area lain.
Willy menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan meliputi asesmen lokasi kejadian, koordinasi dengan berbagai unsur terkait, pengamanan area, hingga proses pemadaman secara intensif. Hingga sore hari, petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran.
DLH Kabupaten Karawang juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mendekati area kebakaran demi keselamatan bersama. ”Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan sesuai hasil penanganan dan evaluasi di lapangan,”terangnya.
Meski terjadi kebakaran, pelayanan TPST Cirejag dipastikan tetap berjalan. Proses pemilahan sampah sementara dilakukan di bagian depan area TPST. Sampah yang berasal dari enam desa di sekitar lokasi juga masih tetap diterima dan dikelola.
Sementara itu, Kasi Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Karawang Rudi mengatakan, pihaknya menerjunkan lima unit kendaraan pemadam kebakaran untuk menangani peristiwa tersebut. ”Laporan masuk pukul 12.17 WIB. Kendaraan pemadam langsung diberangkatkan ke lokasi,”paparnya.
Menurutnya, api berhasil dilokalisasi dan padam sekitar pukul 14.30 WIB. Namun proses penanganan masih terus berlanjut karena petugas harus memastikan tidak ada bara api yang tersisa di dalam tumpukan sampah.
“Yang cukup memakan waktu adalah proses pendinginan. Kami harus menggunakan metode pengguaran tumpukan sampah kemudian disiram secara bertahap agar bara api yang berada di bagian dalam benar-benar padam. Hingga pukul 18.00 WIB petugas masih melakukan proses pendinginan,”tutupnya. (zal)



