
PURWAKARTA, RAKA – Program Nikah Hemat yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bersama Kementerian Agama (Kemenag) terus mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak dijalankan, tercatat lebih dari 50 pasangan telah memanfaatkan program pernikahan gratis tersebut, termasuk 17 pasangan yang menikah secara serentak dari 17 kecamatan pada rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58, Rabu (22/7/2026).
Usai melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan masing-masing, ke-17 pasangan pengantin berkumpul di Pendopo Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mengatakan, program Nikah Hemat lahir sebagai upaya membantu masyarakat agar dapat melangsungkan pernikahan tanpa harus terbebani biaya pesta yang berlebihan.
Menurutnya, pemerintah daerah menerima banyak laporan mengenai warga yang terlilit utang akibat memaksakan menggelar resepsi pernikahan dengan biaya besar.
“Pemkab Purwakarta bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk melakukan Nikah Hemat. Nikahnya di kantor KUA, gratis, tidak bayar. Kenapa ini kami lakukan? Karena sudah banyak pengaduan dan terjadi masyarakat Purwakarta terlilit utang karena menikahkan anaknya dengan berpesta pora tanpa perhitungan,” kata Om Zein.
Ia menjelaskan, peserta program tidak hanya memperoleh layanan akad nikah secara gratis di KUA, tetapi juga mendapat sejumlah fasilitas penunjang dari pemerintah daerah.
“Datang ke KUA gratis, dikasih bingkisan seperangkat alat salat, pemerintah juga menyiapkan mobil pengantin,” ujarnya.
Selain kendaraan pengantin, Pemkab Purwakarta juga menyediakan fasilitas menginap di guest house atau rumah dinas yang dapat dimanfaatkan pasangan sebagai tempat berbulan madu.
“Untuk fasilitas kendaraan atau mobil pengantinnya daftar ke Balai Katresna, kami sudah siapkan gratis. Bisa juga menggunakan guest house atau rumah dinas untuk bulan madu. Beberapa kali sudah dipakai oleh peserta Nikah Hemat,” ucapnya.
Om Zein menuturkan, program tersebut tidak hanya dilaksanakan pada momentum Hari Jadi Purwakarta. Selama ini, Nikah Hemat rutin digelar di berbagai KUA yang tersebar di setiap kecamatan.
“Hari ini serentak di 17 kecamatan, masing-masing satu pasangan. Biasanya setiap beberapa waktu selalu ada yang menikah hemat di berbagai KUA. Program ini sudah berjalan,” katanya.
Program tersebut, lanjut Om Zein, terbuka bagi masyarakat dengan syarat salah satu calon mempelai merupakan warga Purwakarta dan akad nikah dilaksanakan di wilayah Kabupaten Purwakarta.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Ohan Burhan, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terus meningkat.
“Saat ini sudah ada lebih dari 50 pasangan yang mengikuti Nikah Hemat, termasuk yang hari ini. Karena setiap bulan juga ada di kecamatan-kecamatan sejak diberlakukannya program ini oleh Om Zein,” ujar Ohan.
Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya pasangan yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun sarana transportasi.
“Masyarakat sangat terbantu dan sangat senang dibantu oleh Om Zein. Mereka yang punya keterbatasan kendaraan diberikan kemudahan,” katanya.
Salah seorang peserta, Aulia Rahman (21), warga Kecamatan Darangdan, mengaku program Nikah Hemat menjadi solusi di tengah tingginya biaya pernikahan.
“Kebetulan bulan depan mau nikah, terus pas banget ada program Nikah Hemat ini. Jadi ikut nikah hemat, gratis,” ujar Aulia.
Ia mengatakan, informasi mengenai program tersebut diperolehnya dari pemerintah desa dan proses pendaftarannya pun tidak rumit.
“Alhamdulillah membantu, terutama soal biaya. Sekarang cari kerja sulit, kalau nikah seperti biasa biayanya lumayan. Dapat info Nikah Hemat ini dari desa, ngurusnya juga enggak ribet karena dibantu,” katanya. (yat)



