Purwakarta
Trending

Kematian Satpam Jatiluhur: Alarm Keamanan Objek Vital

PURWAKARTA, RAKA – Kematian Sumarna (42), petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, memunculkan sorotan terhadap sistem pengamanan di salah satu objek vital nasional tersebut. Berbagai pihak menilai sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari penambahan kamera pengawas (CCTV), penerangan, hingga jumlah personel yang berjaga, terutama pada malam hari.

Sorotan itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mendatangi Mapolres Purwakarta, Senin (27/7/2026). Menurutnya, kawasan Waduk Jatiluhur yang memiliki fungsi strategis sebagai penyedia air baku, pembangkit listrik, irigasi, pengendali banjir, hingga perikanan semestinya dilengkapi sistem pengamanan yang modern.

Dedi mempertanyakan belum adanya pengawasan maksimal melalui CCTV di kawasan bendungan. Ia menilai seluruh titik di area objek vital harus dapat dipantau selama 24 jam melalui pusat kendali (command center).

“Bayangkan perusahaan besar yang menjaga objek vital negara, masa di tanggulnya tidak ada CCTV? Harusnya PJT punya command center yang dipantau 24 jam. Semua titik harus dipantau sehingga setiap pergerakan orang bisa terdeteksi,” kata Dedi.

Menurutnya, penguatan sistem keamanan menjadi kebutuhan mendesak untuk mengantisipasi berbagai ancaman yang bisa terjadi di kawasan strategis tersebut.

“Ini penting agar kawasan Jatiluhur terbebas dari berbagai ancaman,” ujarnya.

Senada dengan Dedi, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein juga meminta dilakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan di Waduk Jatiluhur.

Ia menilai luas kawasan objek vital tersebut harus diimbangi dengan jumlah personel keamanan yang memadai. Selain itu, fasilitas pendukung seperti CCTV dan penerangan juga perlu segera dilengkapi.

“Ke depan memang harus ada CCTV. Penempatan petugas keamanan juga harus disesuaikan dengan luas wilayah dan tingkat kerawanannya. Kalau areanya luas dan termasuk objek vital, tentu tidak cukup hanya dijaga satu orang. Personelnya harus ditambah, penerangan juga harus memadai agar keamanan lebih terjamin,” ujar Om Zein.

Menurutnya, evaluasi tersebut penting agar keamanan kawasan meningkat sekaligus memberikan perlindungan lebih baik bagi petugas yang menjalankan tugas di lapangan.

Pandangan serupa juga disampaikan warga sekitar Waduk Jatiluhur, Edoy. Menurutnya, kondisi kawasan pada siang dan malam hari sangat berbeda. Pada siang hingga sore hari aktivitas masyarakat masih cukup ramai karena adanya pedagang dan pengunjung. Namun memasuki malam, situasi berubah menjadi sepi dengan kondisi penerangan yang dinilai masih kurang.

“Kalau malam memang lebih gelap. Orang yang hilir mudik juga kita tidak tahu apakah warga, pengunjung atau orang luar. Karena itu pengamanan malam menurut saya memang perlu diperkuat,” katanya.

Edoy menilai keberadaan personel keamanan perlu mendapat dukungan melalui patroli tambahan dan sistem pengawasan yang lebih baik.

Ia juga mengusulkan agar penerangan di sejumlah titik ditingkatkan serta akses pengunjung pada malam hari dibatasi agar potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan.

“Saran kami penerangan ditambah, pengawasan malam diperkuat. Kalau perlu setelah malam tidak ada lagi pengunjung yang masuk supaya lebih aman,” ujarnya. (yat)

Related Articles

Back to top button