
KARAWANG, RAKA – Kondisi Jalan Poros Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, semakin memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi akibat badan jalan terus tergerus aliran sungai tersebut sudah berlangsung selama beberapa bulan.
Awalnya, kerusakan hanya terjadi di bagian sisi jalan. Namun, karena terus terkikis aliran air, kerusakan semakin melebar hingga memakan hampir setengah badan jalan. Kondisi itu membuat kendaraan roda empat kini tidak dapat melintas di titik tersebut.
Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut juga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Terlebih, lokasi berada di jalur yang digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk akses menuju sejumlah tempat usaha dan sekolah.
Kepala Desa Purwadana E. Heryana mengatakan, sejak kerusakan terjadi pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan BBWS untuk mendorong adanya penanganan. Menurutnya, perbaikan tidak cukup hanya dengan memperbaiki badan jalan.
Bagian sisi sungai juga perlu diperkuat agar jalan tidak kembali tergerus ketika debit air meningkat.
“Ini sudah berproses sejak mengalami kerusakan. Kita sudah melaporkan kepada Bupati bersama camat, kemudian menginformasikan kepada BBWS,” katanya, Rabu (2/9).
Heryana mengaku, hingga kini belum mendapat kepastian kapan perbaikan akan dimulai. Namun, pihaknya berharap penanganan dapat dilakukan dalam waktu dekat, mengingat kondisi jalan semakin membahayakan dan musim hujan mulai mendekat.
“Belum ada informasi kapan akan diperbaiki. Harapannya sekitar September ini sudah mulai, karena kita khawatir tahun ini musim hujannya besar,” ujarnya.
Kerusakan tersebut juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian warga. Sejumlah usaha di sekitar lokasi, seperti katering, pabrik tahu dan penggilingan beras, membutuhkan akses kendaraan untuk mengangkut maupun mendistribusikan barang.
Selain itu, akses tersebut juga digunakan warga untuk menuju sekolah dan berbagai aktivitas lainnya. Untuk mengurangi dampak kerusakan, pemerintah desa juga tengah mengupayakan pembangunan jalan alternatif.
Akses tersebut masih dalam proses penanganan dan sebagian permukaannya telah diperkeras serta diaspal agar dapat digunakan masyarakat sementara waktu.
“Upaya komunikasi dengan desa untuk membangun jalan alternatif masih berjalan. Kemarin alhamdulillah kita lakukan pengaspalan permukaannya agar jalannya,”tutupnya. (zal)



