Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Petani Tanam Palawija - Radar Karawang
Uncategorized

Petani Tanam Palawija

PANEN : Petani yang biasa menanam padi, kini beralih menanam sayuran. Hal itu dikarenakan harga gabah yang selalu anjlok.

Dampak Harga Gabah Sering Anjlok

TELAGASARI, RAKA – Akibat harga jual gabah kering sering anjlok, petani Karawang berubah haluan tanam palawija dan buah-buahan. Terlebih, kerugian sering kali menerpa para petani saat mereka menanam padi.

Dikatakan salahsatu Tokoh Tani Telagasari yang memiliki lahan garapan di Kecamatan Majalaya, Saepul Bahri, para petani di Kecamatan Majalaya lebih memilin bercocok tanam palawija ketimabang menananm padi.

Meskipun cara mengurus tanaman palawija lebih ribet dibanding padi, namun para petani lebih memilih menanam palawija. Alasannya, palawija lebih menguntungkan ketimbang tanam padi.

“Beginilah salah satu bentuk protes petani terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pernah peduli dengan nasib petani padi. Hari ini mungkin menanam sayuran dan buah-buahan untuk kami jadikan sebagai penghasilan tambahan, tapi ke depan jika pemerintah tetap tidak mampu menstabilkan harga gabah disaat panen raya, mungkin lahan-lahan sawah di Kabupaten Karawang akan kami tanami dengan sayuran, buah-buahan atau bahkan batu dan beton,” ujar Saepul.

Ia sesumbar, jangan menyalahkan petani jika anak muda Karawang tidak tahu bentuk tanaman padi, karena saat ini pun pemerintah tidak memperhatikan para petani. “Jangan salahkan petani jika nanti anak cucu kita tidak tahu tanaman padi yang sekarang menjadi ikon Kabupaten Karawang,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Karawang harusnya mulai hari ini lebih fokus memperhatikan sektor pertanian di Karawang, terlebih nasib petani padi yang merupakan profesi dari sebagian besar masyarakat Kabupaten Karawang. (rok)

Related Articles

Back to top button