Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Purwakarta
Trending

SMK Pasundan Purwakarta Gandeng AHASS Cetak Mekanik Andal

PURWAKARTA, RAKA – SMK Pasundan Purwakarta terus memperkuat langkah untuk menyiapkan lulusannya agar memiliki pengalaman dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satunya melalui kerja sama dengan jaringan AHASS yang tidak hanya diarahkan untuk kegiatan praktik kerja lapangan (PKL), tetapi juga membuka peluang siswa bekerja sebagai mekanik setelah lulus.

Kepala SMK Pasundan Purwakarta, Willy Gandhi Guswana, mengatakan kerja sama dengan AHASS Daya Motor Pasar Rebo yang telah berjalan sekitar tiga tahun kini dikembangkan melalui program servis motor gratis dan servis dengan potongan harga.

Program tersebut menyasar masyarakat umum, guru dan warga di lingkungan Pasundan, hingga pengemudi ojek online (ojol). Untuk layanan gratis, sasaran utamanya merupakan sepeda motor Honda keluaran tahun tertentu yang menggunakan rangka eSAF.

“Ini merupakan program kerja sama SMK Pasundan Purwakarta dengan AHASS Daya Motor Pasar Rebo,” kata Willy saat ditemui di sekolah, Kamis (13/8/2026).

Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Ke depan, program servis tersebut direncanakan menyasar sejumlah desa di Kabupaten Purwakarta.

“Insya Allah ke depan programnya yaitu kita menyusur desa-desa,” ujarnya.

Willy menyebut Kecamatan Pondoksalam menjadi salah satu wilayah yang akan menjadi tujuan awal program tersebut. Lokasi desa yang akan menjadi tempat pelaksanaan nantinya masih akan dibahas bersama pihak sekolah dan AHASS.

Dalam pelaksanaannya, siswa SMK Pasundan Purwakarta dari jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) akan dilibatkan sebagai mekanik pendamping bersama mekanik AHASS.

Sementara itu, siswa dari jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) akan dilibatkan dalam pencatatan administrasi selama kegiatan berlangsung.

Bagi sekolah, keterlibatan siswa dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus mengenalkan mereka pada situasi kerja secara langsung.

Willy mengatakan penguatan kerja sama dengan AHASS sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, sekolah telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah AHASS di wilayah Purwakarta untuk mendukung program PKL.

“Tujuan pertama kita kerja sama di bidang PKL yang sudah menjadi program sekolah,” katanya.

Selain PKL, siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program magang di AHASS. Bahkan, pengalaman tersebut telah membuka peluang kerja bagi sejumlah lulusan.

Willy menyebut pada 2025 terdapat dua siswa SMK Pasundan Purwakarta yang setelah menjalani masa magang kemudian langsung diangkat menjadi mekanik AHASS.

“Di tahun kemarin 2025 itu ada dua orang siswa yang setelah magang langsung diangkat menjadi mekanik AHASS,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu alasan sekolah akan terus memperkuat hubungan dengan jaringan AHASS. Program PKL dan magang juga akan kembali digencarkan bersamaan dengan pelaksanaan program safari servis.

Menurut Willy, tujuan utama dari berbagai kerja sama tersebut adalah memastikan siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori di sekolah, tetapi juga memiliki pengalaman kerja dan peluang untuk terserap di dunia industri setelah menyelesaikan pendidikan.

“Khususnya bagi siswa kita setelah beres di sekolah ini, anak-anak kita itu diterima menjadi mekanik AHASS,” katanya.

Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dengan sejumlah AHASS ke depan dapat berkembang lebih jauh. Salah satu target yang ingin diwujudkan adalah menjadikan SMK Pasundan Purwakarta sebagai sekolah binaan AHASS.

“Harapan terbesar saya ini khususnya sekolah kami menjadi binaan AHASS,” ujar Willy.

Bagi SMK Pasundan Purwakarta, program servis keliling hingga kerja sama PKL dan magang tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang sekolah untuk memperkenalkan kompetensi siswa sekaligus menunjukkan kontribusi sekolah kepada masyarakat.

Dengan demikian, siswa tidak hanya dipersiapkan untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi juga diarahkan agar memiliki keterampilan, pengalaman, serta akses menuju dunia kerja setelah lulus. (yat)

Related Articles

Back to top button