PURWAKARTA, RAKA – Perum Jasa Tirta (PJT) II memastikan akan menggelar program padat karya untuk membersihkan hamparan eceng gondok yang menutupi kawasan wisata Parang Gombong, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Kegiatan tersebut dijadwalkan dalam waktu dengan melibatkan masyarakat setempat.
Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perum Jasa Tirta II, Anton Mardiyono, mengatakan kawasan wisata Parang Gombong memang bukan termasuk steril area PJT II. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan pembersihan eceng gondok agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata di Waduk Jatiluhur.
“Meski itu bukan steril area PJT II, kami akan melakukan padat karya melibatkan masyarakat setempat untuk membersihkan eceng gondok yang ada di perairan Jatiluhur,” kata Anton, Senin (29/6).
Program tersebut diharapkan dapat mengurangi tumpukan eceng gondok yang selama beberapa waktu terakhir menutupi kawasan pesisir Parang Gombong dan menghambat aktivitas wisata serta transportasi perahu.
Sebelumnya, hamparan eceng gondok yang menutupi kawasan wisata Parang Gombong dikeluhkan wisatawan maupun warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata. Tumbuhan air tersebut menutupi sebagian besar bibir Waduk Jatiluhur hingga mengganggu aktivitas wisata.
Salah seorang wisatawan asal Karawang, Jaelani, mengaku kecewa karena kondisi objek wisata tidak sesuai dengan harapannya.
“Saya jauh-jauh datang dari Karawang, sudah bayar tiket masuk, tapi kondisinya seperti ini. Eceng gondok menumpuk di mana-mana, jadi kurang nyaman untuk menikmati wisata,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Iyan, warga yang menyewakan perahu wisata di Parang Gombong. Menurutnya, eceng gondok membuat jalur pelayaran perahu tertutup sehingga banyak wisatawan mengurungkan niat untuk berkeliling waduk.
“Ini gimana, Parang Gombong yang viral penuh sama eceng. Gimana orang mau naik perahu kalau semuanya ketutupan eceng?” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kutamanah, Asep Samsudin, mengatakan masyarakat selama ini membersihkan eceng gondok secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu mengatasi banyaknya eceng gondok yang terus terbawa arus ke kawasan wisata.
“Kami berharap ada penanganan yang lebih maksimal agar eceng gondok ini tidak terus mengganggu aktivitas wisata dan mata pencaharian warga di sekitar Parang Gombong,” ujar Asep. (yat)



