Lelaki Tempuran Malas KB

Metode Operasi Pria Dianggap Kebiri

TEMPURAN, RAKA – Dinilai salah memahami Metode Operasi Pria (MOP), program KB untuk laki-laki itu kurang diminati. Masyarakat, khususnya kaum pria menganggap metode tersebut sama halnya dengan kebiri.

Padahal, program KB bagi pria itu tidak seperti yang mereka bayangkan. Dalam tindakannya, operasi MOP yang dilakukan hanya memutus jalur sperma yang subur.

Kepala UPTD KB Tempuran Apandi mengatakan, akibat masyarakat salah memahami MOP, akseptor pria kurang diminati. Kaum pria mempunyai anggapan jika MOP itu sama dengan proses kebiri. “Kalau kebiri memotong utuh, MOP ini hanya memutus jalur sperma yang subur saja. Sementara aktivitas seksual tetap bisa dilakukan seperti biasanya,” terangnya.

Menurutnya, hal itu yang harus dipahami terlebih dahulu oleh kaum pria. Pasalnya, program KB ini bukan hanya dilakukan oleh perempuan, laki-laki pun memiliki kesempatan yang sama agar program Keluarga Berencana ini bisa berjalan dengan baik.

Setiap tahun, dia mencatat kurang lebih ada 200 akseptor yang berhasil dijaring. Namun, dari jumlah tersebut mayoritasnya perempuan. Sedangkan akseptor pria hanya lima persen saja.

Lebih lanjut, dari beberapa desa di Kecamatan Tempuran, pengguna MOP atau akseptor pria kebanyakan dari Desa Cikuntul. Sementara untuk implan dan IUD yang termasuk Metode Operasi Wanita (MOW) ada beberapa yang dipasang langsung di Rumah Sakit Islam. “Saya harap kedepannya banyak masyarakat yang berminat dengan program KB, baik perempuan maupun prianya,” pungkasnya. (rok) 

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *