
KARAWANG, RAKA- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Karawang mulai mengambil peran sebagai pemasok kebutuhan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga saat ini, tujuh koperasi telah aktif memasok berbagai kebutuhan pangan ke dapur-dapur SPPG yang beroperasi di sejumlah wilayah Karawang.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Karawang Puguh Tri Hutomo mengatakan, keterlibatan koperasi dalam rantai pasok program MBG merupakan langkah strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi penerima manfaat.
“Sejumlah Koperasi Desa Merah Putih di Karawang saat ini sudah berjalan sebagai supplier untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Mereka memasok berbagai kebutuhan bahan pangan segar maupun kering untuk mendukung operasional dapur MBG,” katanya, Senin (8/6).
Berdasarkan data Disperindagkop UKM Karawang, sambungnya, terdapat tujuh koperasi yang sudah menjalankan kerja sama dengan SPPG. Koperasi tersebut yakni KDMP Sukasari di Kecamatan Purwasari yang melayani dua dapur SPPG, KDMP Karangpawitan di Karawang Barat, KDMP Cengkong di Purwasari, KDMP Jomin Timur di Kotabaru, KDMP Nagasari di Karawang Barat, KDMP Purwamekar di Rawamerta, serta KDMP Dayeuhluhur di Tempuran yang masing-masing melayani satu dapur.
“Komoditas yang dipasok meliputi bahan pangan segar dan kering, terutama ayam, telur, beras, aneka sayuran seperti wortel, kubis, pokcoy dan kacang panjang, buah-buahan, kue kering hingga bumbu dapur,”paparnya.
Meski telah berjalan, Puguh menyebut koperasi masih perlu melengkapi sejumlah persyaratan administrasi agar kerja sama dapat berjalan lebih optimal.
“Koperasi yang sudah berjalan saat ini masih melengkapi administrasi, mulai dari MoU, Surat Perintah Kerja (SPK), dokumen legalitas hingga laporan harian. Ini menjadi bagian penting untuk menjaga akuntabilitas dan keberlanjutan program,” ujarnya.
Selain koperasi yang sudah aktif, Disperindagkop UKM juga mencatat terdapat 16 koperasi lain yang tengah dipersiapkan untuk menjadi supplier SPPG. Koperasi tersebut berasal dari berbagai kecamatan, antara lain Banyusari, Cilamaya Kulon, Jatisari, Karawang Timur, Klari, Lemahabang, Pangkalan, Pedes, Purwasari, Rawamerta dan Tempuran.
Diteruskannya, beberapa koperasi yang masuk dalam tahap persiapan antara lain KDMP Banyuasih, KDMP Cicinde Selatan, KDMP Sukakerta, KDMP Balonggandu, KDMP Margasari, KDMP Curug, KDMP Karanganyar, KDMP Walahar, KDMP Gintungkerta, KDMP Pancawati, KDMP Pasirtanjung, KDMP Ciptasari, KDMP Karangjaya, KDMP Karangsari, KDMP Sukamerta dan KDMP Tempuran.
“Untuk yang belum berjalan, saat ini masih dalam proses negosiasi dan persiapan nota kesepahaman atau MoU dengan pihak SPPG. Kami berharap seluruh koperasi yang telah disiapkan dapat segera terlibat sehingga manfaat ekonomi program ini semakin dirasakan masyarakat desa,”ujarnya.
Dengan bertambahnya jumlah koperasi yang terlibat, pemerintah daerah berharap distribusi bahan pangan untuk program MBG semakin kuat, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi koperasi dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Karawang. (zal)
KUTIPAN
“Mereka memasok berbagai kebutuhan bahan pangan segar maupun kering untuk mendukung operasional dapur MBG.” Kepala Bidang Koperasi Disperindagkop UKM Kabupaten Karawang Puguh Tri Hutomo



