PURWAKARTA, RAKA – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Mandalika mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan perhatian khusus terhadap kasus kematian Kepala Bidang Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh, yang hingga kini dinilai masih menyisakan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Ketua LBH Arya Mandalika, Hendra Supriatna, mengatakan publik berhak mendapatkan kepastian mengenai penyebab meninggalnya aparatur sipil negara (ASN) tersebut. Menurutnya, proses pengungkapan kasus harus dilakukan secara transparan agar tidak memunculkan spekulasi.
“Jika meninjau kondisi di lokasi kejadian, masih banyak hal yang belum terjawab pasti. Apakah ini benar-benar tindakan atas kemauan sendiri (bunuh diri), atau ada latar belakang dan motif lain yang tersembunyi?” ujar Hendra belum lama ini.
Hendra menilai Gubernur Jawa Barat seharusnya memberikan perhatian yang sama terhadap setiap kasus yang menjadi perhatian publik, termasuk peristiwa kematian Yogi Saleh di Purwakarta.
Ia membandingkan respons cepat Dedi Mulyadi terhadap kasus penyekapan dan penganiayaan yang terjadi di Bandung dengan minimnya perhatian terhadap kasus yang menimpa ASN Pemkab Purwakarta tersebut.
Menurutnya, perhatian kepala daerah terhadap suatu kasus dapat mendorong lahirnya rasa keadilan di tengah masyarakat.
“Seharusnya tidak hanya ada perhatian dan sayembara khusus untuk kasus penyekapan di Bandung. Demi keadilan yang sesungguhnya, Gubernur juga harus menaruh perhatian mendalam pada peristiwa berdarah yang merenggut nyawa pegawai Pemkab Purwakarta ini,” tegas Hendra.
Selain meminta perhatian pemerintah provinsi, Hendra juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Yogi Saleh.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta sehingga seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap dengan jelas.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga proses hukum berjalan terbuka sehingga rasa keadilan benar-benar dapat dirasakan,” ujarnya.
Desakan LBH Arya Mandalika muncul setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan perhatian besar terhadap kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap korban berinisial YTR (29) di Bandung belum lama ini.
Dalam kasus tersebut, Dedi bahkan mengumumkan sayembara senilai Rp250 juta bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan pelaku utama, Taufik Hidayat (30).
Setelah pelaku berhasil ditangkap oleh Polda Jawa Barat, Dedi menyatakan sayembara tersebut resmi ditutup.
“Janji sayembara sebesar Rp250 juta bagi yang menemukan pelaku kebiadaban terhadap korban kini telah selesai, karena pelaku sudah ditangkap oleh Polda Jabar,” kata Dedi.
Ia juga menyampaikan, berdasarkan kesepakatan bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, dana Rp250 juta tersebut dialihkan untuk korban dalam bentuk tabungan deposito agar dapat dimanfaatkan bagi masa depan korban.
Sementara itu, hingga kini proses penyelidikan terkait kematian Yogi Saleh masih menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak berharap penanganan kasus dilakukan secara terbuka sehingga seluruh fakta yang melatarbelakangi peristiwa tersebut dapat terungkap secara jelas. (yat)



